19 Aug 2015
Masalah China Menyebabkan Pengurangan Minat EM Bersejarah - BofA
FXStreet - Investor global mengurangi eksposur mereka ke pasar negara berkembang untuk mencatat tingkat rendah, sementara harapan terhadap kenaikan suku bunga Fed pada bulan September menguat, ditunjukkan oleh sebuah survei yang dilakukan oleh Bank of America Merrill Lynch.
Menurut survei yang suram - berdasarkan jajak pendapat 202 manajer dana -, kekhawatiran terhadap China dan potensi krisis utang spiral pasar negara berkembang kini menduduki posisi puncak daftar kekhawatiran global investor, melebihi kekhawatiran kehancuran Zona Euro.
Michael Hartnett, kepala strategi investasi di BoA Merrill Lynch Global Research, mencatat: "Investor mengirim pesan yang jelas bahwa mereka diposisikan untuk pertumbuhan yang lebih rendah di Cina dan pasar negara berkembang."
Meskipun prospek pertumbuhan rendah, hanya 6 persen dari fund manager mengharapkan perlambatan lain ekonomi di seluruh dunia dalam tahun-tahun mendatang. Ekuitas Eropa tetap merupakan investasi yang menarik, sementara komoditas dianggap bearish.
Dalam hal mata uang, Yen telah terlihat sebagai yang paling 'rendah' sebesar bersih 13 persen, sementara poundsterling adalah yang paling 'tinggi'. Sedangkan Dolar AS, 45 persen berpendapat secara signifikan 'tinggi'.
Menurut survei yang suram - berdasarkan jajak pendapat 202 manajer dana -, kekhawatiran terhadap China dan potensi krisis utang spiral pasar negara berkembang kini menduduki posisi puncak daftar kekhawatiran global investor, melebihi kekhawatiran kehancuran Zona Euro.
Michael Hartnett, kepala strategi investasi di BoA Merrill Lynch Global Research, mencatat: "Investor mengirim pesan yang jelas bahwa mereka diposisikan untuk pertumbuhan yang lebih rendah di Cina dan pasar negara berkembang."
Meskipun prospek pertumbuhan rendah, hanya 6 persen dari fund manager mengharapkan perlambatan lain ekonomi di seluruh dunia dalam tahun-tahun mendatang. Ekuitas Eropa tetap merupakan investasi yang menarik, sementara komoditas dianggap bearish.
Dalam hal mata uang, Yen telah terlihat sebagai yang paling 'rendah' sebesar bersih 13 persen, sementara poundsterling adalah yang paling 'tinggi'. Sedangkan Dolar AS, 45 persen berpendapat secara signifikan 'tinggi'.