Ekuitas: Risiko luas berkurang seiring lonjakan imbal hasil obligasi – Danske Bank
Tim Riset Danske melaporkan bahwa ekuitas global turun pada hari Jumat dan tetap lemah, dengan pasar Asia serta kontrak berjangka AS dan Eropa yang lebih lemah. Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang menguat, sementara faktor defensif, volatilitas rendah, dan nilai mengungguli dalam aksi jual ekuitas yang lebih luas, karena kekhawatiran fiskal dan risiko inflasi yang didorong oleh minyak memicu de-risking luas di seluruh pasar.
Aset berisiko dijual saat gejolak obligasi semakin dalam
"Ekuitas turun pada hari Jumat, dan nada pasar tetap lemah pagi ini. Pasar Asia melemah, dan kontrak berjangka AS serta Eropa juga diperdagangkan lebih lemah, seiring dengan berlanjutnya aksi jual obligasi global dan harga minyak yang melanjutkan kenaikan di tengah situasi Iran/Hormuz yang masih belum terselesaikan."
"Sesi ekuitas hari Jumat sangat menggambarkan situasi. Energi menjadi satu-satunya sektor yang menguat, didukung oleh pergerakan harga minyak, sementara faktor defensif, volatilitas rendah, dan nilai mengungguli."
"Namun yang penting, ini bukan sekadar perdagangan stagflasi yang bersih. Ekuitas sektor material dan komoditas juga dijual, dan baik emas maupun perak berada di bawah tekanan pekan lalu, terutama pada hari Jumat."
"Hal ini penting. Jika pasar hanya memproyeksikan lingkungan pertumbuhan nominal yang lebih kuat, maka saham siklikal dan komoditas seharusnya bertahan lebih baik. Sebaliknya, pesan dari pasar semakin tidak nyaman: ini semakin berkaitan dengan kenaikan imbal hasil jangka panjang yang didorong oleh kekhawatiran fiskal, risiko inflasi, dan minyak, bukan hanya oleh pertumbuhan semata."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)