WTI Naik ke Dekat $86,30 saat Perundingan Gencatan Senjata Antara Israel dan Hamas Gagal

  • Harga WTI menguat karena kegagalan pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Mesir.
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan niat Israel untuk melanjutkan rencananya menyerang daerah kantong Rafah di Gaza, namun tidak menyebutkan tanggalnya.
  • Pemex Meksiko dapat mengurangi ekspor minyak mentah setidaknya 330.000 barel per hari pada bulan Mei.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) rebound setelah turun dua hari, naik tipis hingga ke dekat $86,30 per barel selama sesi perdagangan Eropa hari Selasa. Lonjakan harga minyak mentah menyusul kegagalan negosiasi gencatan senjata terbaru antara Israel dan Hamas di Mesir pada hari Senin.

Diskusi sebelumnya mengenai gencatan senjata telah menghentikan rally multi-sesi, menyebabkan WTI menghentikan kenaikan enam hari berturut-turutnya. Itu untuk mengantisipasi ketegangan geopolitik yang akan mereda. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pada hari Senin bahwa Israel bermaksud untuk melaksanakan rencananya menyerang daerah kantong Rafah di Gaza, tanpa menentukan tanggalnya. Selain itu, pejabat senior Hamas menyatakan bahwa mereka telah menolak proposal gencatan senjata terbaru yang diajukan Israel selama pembicaraan di Kairo.

Konflik yang sedang berlangsung membawa risiko besar menarik negara-negara regional lainnya, terutama Iran, pendukung utama Hamas dan produsen terbesar ketiga di Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Pembalasan Iran terhadap dugaan serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah pekan lalu berpotensi melibatkan pasar minyak dalam konflik. Namun Israel belum secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Perusahaan energi negara Meksiko, Pemex, berencana mengurangi ekspor minyak mentah setidaknya 330.000 barel per hari (bph) pada bulan Mei. Keputusan ini akan berdampak pada pelanggan di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia, sehingga menyebabkan berkurangnya pasokan hingga sepertiganya. Langkah ini mengikuti arahan Pemex kepada cabang perdagangannya, PMI Comercio Internacional, untuk menarik 436.000 barel per hari minyak mentah Maya, Isthmus, dan Olmeca bulan ini. Keputusan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kilang dalam negeri karena Pemex bertujuan untuk swasembada energi.

level-level teknis WTI

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 86.26
Perubahan harian hari ini 0.31
Perubahan harian hari ini % 0.36
Pembukaan harian hari ini 85.95
 
Tren
SMA 20 Harian 82.14
SMA 50 Harian 78.98
SMA 100 Harian 76.25
SMA 200 Harian 79.11
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 86.49
Terendah Harian Sebelumnya 84.15
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 87.12
Terendah Mingguan Sebelumnya 82.26
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 83.05
Terendah Bulanan Sebelumnya 76.5
Fibonacci Harian 38,2% 85.04
Fibonacci Harian 61,8% 85.6
Pivot Point Harian S1 84.57
Pivot Point Harian S2 83.19
Pivot Point Harian S3 82.23
Pivot Point Harian R1 86.91
Pivot Point Harian R2 87.87
Pivot Point Harian R3 89.25

 

 

Harga Perak Hari ini: Perak Terus Naik, Menurut Data FXStreet

Harga Perak (XAG/USD) naik pada hari Selasa, menurut data FXStreet. Perak diperdagangkan di $28,07 per troy ounce, naik 0,79% dari $27,85 pada hari Senin.
Read more Previous

Peso Meksiko Lanjutkan Kenaikan ke Terendah Hampir Sembilan Tahun Terhadap USD

Peso Meksiko (MXN) diperdagangkan di tertinggi hampir sembilan tahun di bawah 16,30 terhadap Dolar AS (USD) pada hari Selasa, karena mata uang ini melanjutkan tren naik jangka panjangnya.
Read more Next