Indonesia: Neraca Transaksi Berjalan Menunjukkan Kejutan Positif di Kuartal Ketiga – UOB

Ekonom Enrico Tanuwidjaja dan Ekonom Junior Agus Santoso di UOB Group mengulas rilis terbaru Neraca Transaksi Berjalan untuk periode Juli-September.

Poin-Poin Penting

Posisi Neraca Transaksi Berjalan (NTB) Indonesia pada kuartal ketiga 2023 tercatat membaik meski masih defisit. NTB mencatat defisit USD0,9 miliar (-0,2% dari PDB), membaik dari defisit sebelumnya USD2,2 miliar (-0,6% dari PDB). Membaiknya defisit NTB dapat disebabkan oleh meningkatnya surplus perdagangan, menurunnya defisit neraca jasa, dan membaiknya neraca pendapatan primer.

Neraca perdagangan pada kuartal ketiga 2023 mencatat surplus USD10,3 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan surplus pada kuartal kedua 2023 USD10,1 miliar. Surplus yang lebih tinggi ini disebabkan oleh membaiknya surplus non-minyak dan gas (non-migas) pada kuartal ketiga 2023 di USD15,4 miliar, lebih tinggi dibandingkan kuartal kedua 2023 USD14,7 miliar, yang ditopang oleh membaiknya ekspor komoditas besi dan baja seiring dengan pemulihan yang sedang berlangsung di industri manufaktur Tiongkok. Sedangkan neraca jasa pada kuartal ketiga 2023 mencatat defisit USD4,1 miliar, lebih kecil dibandingkan kuartal kedua 2023 sebesar USD4,7 miliar karena perbaikan pada jasa perjalanan, jasa keuangan, dan jasa-jasa terkait penggunaan kekayaan intelektual.

Kami mempertahankan prakiraan kami bahwa posisi NTB tahun ini akan berubah dari surplus 1% dari PDB di 2022 menjadi sedikit defisit sekitar 0,3% untuk setahun penuh di 2023. Antisipasi perlambatan ekonomi global dan kinerja neraca keuangan yang lebih moderat adalah alasan utama untuk prakiraan kami yaitu sedikit defisit pada posisi NTB di 2023. Namun demikian, kita mungkin melihat potensi perbaikan pada neraca perdagangan Indonesia pada kuartal keempat 2023 karena pulihnya permintaan dari Tiongkok, terutama komoditas batubara dan CPO yang diprakirakan akan memberikan dorongan ke atas pada NTB Indonesi di 2023.

Penjualan Ritel Norwegia Oktober Naik Ke 0.6% Dari Sebelumnya -0.3%

Penjualan Ritel Norwegia Oktober Naik Ke 0.6% Dari Sebelumnya -0.3%
अधिक पढ़ें Previous

AS: Risalah FOMC Tetap Bernuansa Hati-Hati – UOB

Ekonom Senior di UOB Group Alvin Liew mengomentari publikasi Risalah pertemuan 1 November FOMC terbaru. Poin-Poin Penting Dalam rilis risalah FOMC
अधिक पढ़ें Next