Harga Emas Memanfaatkan Kampanye Pengetatan Suku Bunga The Fed yang Tampaknya Berakhir
- Harga Emas naik untuk sesi perdagangan ketiga berturut-turut karena berkurangnya inflasi AS.
- IHK utama AS naik 3,2%, laju paling lambat dalam dua tahun.
- Investor menunggu Penjualan Ritel, IHP As, dan hasil pertemuan Biden-Xi.
Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan rally karena berkurangnya tekanan harga dalam perekonomian AS telah mengurangi spekulasi pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed). Logam mulia memanfaatkan lambatnya pertumbuhan inflasi utama AS, yang melambat karena penurunan tajam harga bensin. Laporan inflasi AS yang lemah untuk bulan Oktober mengindikasikan bahwa suku bunga yang ditetapkan oleh The Fed saat ini cukup untuk menurunkan inflasi hingga 2%.
Dolar AS dan imbal hasil obligasi turun karena lemahnya Indeks Harga Konsumen (IHK) mendukung dorongan risk-on. Meredanya inflasi konsumen telah meningkatkan kepercayaan di kalangan investor terhadap kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih awal oleh The Fed. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data Penjualan Ritel bulanan AS dan laporan Indeks Harga Produsen (IHP) AS untuk bulan Oktober.
Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Melonjak karena Berkurangnya Tekanan Harga
- Harga Emas bertujuan untuk melanjutkan pemulihan di atas $1.970,00 karena penurunan substansial dalam inflasi konsumen AS pada bulan Oktober mengindikasikan bahwa Federal Reserve kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut.
- Data inflasi AS untuk bulan Oktober, yang dirilis pada hari Selasa, mengindikasikan bahwa inflasi utama melambat secara signifikan. IHK utama tahunan naik 3,2%, melemah dari estimasi 3,3% dan sebelumnya 3,7%. Ini adalah pertumbuhan inflasi utama yang paling lambat dalam lebih dari dua tahun.
- Penurunan signifikan pada tingkat inflasi utama dipicu oleh penurunan tajam harga minyak dunia.
- Harga sewa terus meningkat pada bulan Oktober namun pada laju yang lebih lambat dibandingkan bulan September. Harga pangan dan bahan makanan tumbuh pada laju yang lebih tinggi 0,3%.
- Inflasi inti bulanan, yang tidak termasuk harga minyak dan pangan yang volatil, tumbuh 0,2% dibandingkan estimasi – dan tingkat pertumbuhan September – 0,3%. Inflasi inti tahunan naik 4,0%, melambat dari ekspektasi dan rilis sebelumnya 4,1%.
- Meskipun inflasi inti turun lebih besar dari prakiraan, laju penurunannya masih bersifat nominal, yang mengindikasikan masih adanya kekakuan. Ini tetap menjadi kekhawatiran utama bagi para pengambil kebijakan Federal Reserve pada minggu lalu, yang memaksa mereka untuk cenderung menaikkan suku bunga lebih lanjut.
- Pekan lalu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell berkomentar bahwa bank sentral tidak akan ragu untuk memperketat kebijakan moneter lebih lanjut karena kegagalan mengendalikan inflasi akan menjadi kesalahan terbesar mereka.
- Setelah rilis data inflasi AS, Presiden Feredal Reserve Richmond Thomas Barkin, berbicara di sebuah acara di Carolina Selatan, mengatakan inflasi inti sebagian diimbangi oleh kekurangan pasokan.
- Thomas Barkin menambahkan bahwa bank sentral membuat kemajuan nyata dalam inflasi namun tidak yakin inflasi akan berjalan mulus kembali ke target 2% (untuk IHK Inti). Barkin memperingatkan bahwa The Fed perlu berbuat lebih banyak untuk mengekang permintaan dan inflasi.
- Angka-angka inflasi terbaru telah membalikkan keadaan dan mendukung kebijakan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 5,25-5,50%. Para ekonom berharap The Fed sudah selesai menaikkan suku bunganya dan diskusi mengenai penurunan suku bunga akan dilakukan lebih awal.
- Indeks Dolar AS (DXY) menghadapi sell-off yang intens setelah rilis laporan inflasi yang lemah. Indeks USD telah mencapai terendah baru dua bulan di dekat 104,00 karena berkurangnya tekanan inflasi mempercepat pengambilan risiko. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun turun tajam ke 4,43%.
- Ke depan, para investor akan fokus pada data Penjualan Ritel bulanan AS dan Indeks Harga Produsen (IHP) untuk bulan Oktober, yang akan dipublikasikan pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB).
- Menurut konsensus, Penjualan Ritel AS turun 0,3% dibandingkan ekspansi 0,7% di bulan September. Penurunan tajam dalam belanja konsumen dapat terus memberikan tekanan pada Dolar AS.
- Selain data ekonomi AS, pertemuan Presiden AS Joe Biden dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Gedung Putih juga akan dicermati dengan cermat. Diskusi mengenai perang Israel-Palestina sudah banyak dinantikan.
- Kenaikan Emas mungkin terbatas karena sentimen risk-on dan meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Analisis Teknis: Harga Emas Naik Mendekati $1.970
Harga Emas melonjak ke dekat $1.970,00 setelah rilis laporan inflasi AS yang lemah. Logam mulia melanjutkan perjalanan naiknya setelah menemukan minat beli yang signifikan di dekat Exponential Moving Average (EMA) 50-hari. Pemulihan Emas telah melampaui EMA 20-hari, yang mengindikasikan bahwa daya tarik yang lebih luas telah berubah menjadi sangat bullish.