WTI Melewati $84,00 karena Serangan Militer AS Terhadap Target Iran di Suriah
- Minyak mentah pulih dari penurunan baru-baru ini karena meningkatnya kekhawatiran dalam konflik Timur Tengah.
- Angkatan bersenjata Israel melakukan serangan paling signifikan di Gaza sejak perang pecah.
- Indeks Dolar AS turun dari level tertinggi mingguan karena imbal hasil obligasi AS menurun.
Western Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan lebih tinggi mendekati $84,10 per barel selama sesi Asia hari Jumat. Pemulihan harga minyak mentah terjadi setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap target-target Iran di Suriah, yang meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik Israel-Hamas. Para pelaku pasar khawatir akan potensi dampaknya terhadap negara-negara Timur Tengah yang memproduksi minyak mentah.
Selain itu, angkatan bersenjata Israel melancarkan serangan semalam yang paling signifikan di Gaza sejak konflik dimulai, sebuah langkah yang berpotensi memancing kemarahan di antara negara-negara Arab. Selain itu, pengumuman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai persiapan serangan darat di Gaza mungkin telah berkontribusi pada penurunan lebih lanjut dalam sentimen pasar.
Namun, misi diplomatik ke Israel secara aktif bekerja untuk mencegah serangan darat yang direncanakan ke Gaza dan terlibat dalam negosiasi untuk pembebasan sekitar 200 sandera yang ditahan oleh Hamas.
Indeks Dolar AS (DXY) turun dari level tertinggi mingguan karena imbal hasil obligasi AS menurun. Indeks ini berada di dekat 106,60 pada saat artikel ini ditulis, dengan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun berada di 4,85% pada saat artikel ini ditulis, turun dari 4,98% di sesi sebelumnya.
Selain itu, data Produk Domestik Bruto (PDB) awal AS yang optimis dapat memperkuat kekuatan Greenback. Laporan tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 4,9% pada kuartal ketiga dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya yaitu ekspansi sebesar 2,1% dan ekspektasi 4,2%.
Selanjutnya, rilis data Belanja Konsumsi Perorangan (PCE) Inti AS akan diamati pada hari Jumat, untuk mencari wawasan tambahan ke dalam lanskap ekonomi secara keseluruhan di Amerika Serikat.