Harga Emas Bertujuan Mencapai Kembali Tertinggi Lima-Bulan di Tengah Konflik Timur Tengah

  • Harga Emas menemukan support dekat $1.970,00 saat permintaan terhadap aset-aset safe-haven tetap utuh.
  • Investor mengalihkan fokus ke data PDB AS kuartal ketiga yang akan memberikan gambaran mengenai prospek suku bunga The Fed.
  • Para pengambil kebijakan The Fed secara konsisten mendukung upaya mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Harga Emas (XAU/USD) pulih setelah pergerakan korektif dari resistance psikologis yang terinspirasi oleh kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS jangka panjang. Logam mulia ini bertujuan untuk mencapai kembali tertinggi lima-minggu karena ketegangan Israel-Palestina yang membuat kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah tetap ada. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun melonjak ke tertinggi multi-tahun 5% di tengah ekspektasi data ekonomi AS lebih kuat, yang akan dipublikasikan minggu ini.

Investor akan mencermati tingkat pertumbuhan pada kuartal Juli-September, yang akan menentukan tingkat suku bunga pada akhir tahun. Tingkat pertumbuhan yang optimis akan menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja kuat, belanja konsumen kuat, dan pemulihan kegiatan ekonomi meskipun terdapat kebijakan moneter yang ketat oleh Federal Reserve (The Fed).

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Rebound Karena Ketegangan di Timur Tengah Tetap Kuat

  • Harga Emas menemukan support menengah setelah terkoreksi ke dekat $1.965,00 karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat permintaan safe-haven tetap tinggi.
  • Meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina telah meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
  • Potensi rencana invasi darat tentara Israel akan menguat setelah bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Gaza dan pembebasan sandera secara aman.
  • Kekhawatiran akan intervensi Iran dalam konflik Israel-Palestina tetap kuat di tengah ekspektasi sanksi terhadap Palestina dan Iran untuk memeras pendapatan untuk mendanai militer Hamas.
  • Logam mulia mengalami tekanan jual setelah mencatat tertinggi baru lima bulan di dekat resistance psikologis $2.000,00 saat investor mengalihkan fokus ke data ekonomi, yang akan dirilis minggu ini.
  • Kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS jangka panjang memberikan tekanan pada harga Emas karena investor memprakirakan angka yang kuat dari Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga, IMP S&P Global pendahuluan untuk bulan Oktober dan data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti untuk bulan September.
  • IMP Manufaktur bulan Oktober diprakirakan masih berada di bawah ambang batas 50,0 untuk ke-12 kali berturut-turut. Selain itu, IMP Jasa terlihat sedikit di bawah 50,0, yang menunjukkan dampak kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
  • Pekan ini, fokus utamanya adalah pada data PDB Juli-September, yang akan dipublikasikan pada hari Kamis. Menurut estimasi, para ekonom memprakirakan tingkat pertumbuhan tahunan di 4,1% dibandingkan sebelumnya 2,1%. Data PDB yang optimis akan menjaga harapan kenaikan suku bunga satu kali lagi di sisa tahun 2023 tetap hidup.
  • Menurut Fed watch tool CME, para pedagang melihat The Fed hampir pasti mempertahankan suku bunga tidak berubah di 5,25-5,50%. Peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi dalam dua pertemuan kebijakan moneter yang tersisa pada tahun 2023 tetap berada di sekitar 24%.
  • Dolar AS diperdagangkan dalam kisaran sempit di atas support terdekat 106,00 karena investor melihat data PDB sebagai panduan baru suku bunga.
  • Pekan lalu, komentar dari para pembuat kebijakan The Fed membuat Dolar AS gelisah. Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa The Fed berada di atau mendekati puncak suku bunga. Dia lebih lanjut menambahkan bahwa para pembuat kebijakan harus “gesit” di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.
  • Presiden Fed Atlantic Raphael Bostic, dalam sebuah wawancara dengan CNBC, mengatakan bahwa perlambatan terjadi karena suku bunga yang lebih tinggi namun perekonomian tidak akan mengalami resesi. Bostic tetap yakin bahwa bank sentral akan mengendalikan inflasi. Dia memprakirakan The Fed akan menurunkan suku bunga pada akhir tahun 2024.

Analisis Teknis: Harga Emas Menemukan Support di Bawah $1.970

Harga Emas pulih setelah pergerakan korektif ke dekat $1.970,00 dan diprakirakan akan mencapai kembali tertinggi lima-bulan di dekat $2.000,00. Logam mulia mencatatkan kenaikan signifikan selama dua minggu. Persilangan bullish, yang diwakili oleh Exponential Moving Averages (EMA) 20- dan 50-hari, membenarkan lebih banyak kenaikan di masa depan. Osilator momentum bergeser ke kisaran bullish, mengindikasikan bahwa momentum ke atas telah diaktifkan.

Kontrak Berjangka Gas Alam: Terbuka Peluang Penurunan Ekstra Dalam Waktu Dekat

Mempertimbangkan laporan pendahuluan dari CME Group untuk pasar berjangka gas alam, open interest melanjutkan tren naik multi-harinya dan naik hampir
Baca lagi Previous

ECB Harus Bertindak Dengan Cara yang Sangat Ketat untuk Bangun Kembali Kepercayaan Pasar FX – Commerzbank

Sejauh mana situasi fiskal membatasi bank-bank sentral? Dan apa pengaruhnya bagi pasar FX? Para ekonom di Commerzbank menganalisis situasi fiskal di A
Baca lagi Next