GBP/USD Berkonsolidasi di Bawah 1,2100, tampak Berisiko di Dekat Terendah Multi-Bulan

  • GBP/USD masih terbatas dalam kisaran sempit di dekat level terendah sejak Maret yang ditetapkan pada hari Selasa.
  • Pertaruhan untuk kenaikan suku bunga The Fed, lonjakan imbal hasil obligasi AS dan nada risiko yang lebih lemah mendukung USD.
  • Keputusan mengejutkan BoE untuk menahan suku bunga terus membebani GBP dan berkontribusi pada pembatasan.

Pasangan GBP/USD melanjutkan pergerakan harga konsolidatif untuk hari kedua berturut-turut pada hari Rabu dan tetap berada dalam jarak dekat dengan level terendah sejak 16 Maret yang disentuh pada hari sebelumnya. Harga spot tersebut diperdagangkan di bawah angka 1,2100 selama sesi Asia dan tampaknya rentan untuk melanjtukan tren turun selama hampir tiga bulan dari puncak 15 bulan yang ditetapkan pada bulan Juli.

Dolar AS (USD) berdiri tegak di dekat level tertinggi 10 bulan setelah pandangan hawkish Federal Reserve (The Fed) dan ternyata menjadi faktor kunci yang bertindak sebagai penghalang bagi pasangan GBP/USD. Para investor tampaknya yakin bahwa bank sentral AS akan terus mengetatkan kebijakan moneternya dan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Selain itu, beberapa pejabat The Fed baru-baru ini mendukung setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi di akhir tahun untuk membawa inflasi kembali ke target 2%.

Selain itu, laporan JOLTS bulanan terbaru menunjukkan bahwa ada sekitar 9,61 juta pekerjaan terbuka di bulan Agustus, menandai kenaikan yang cukup besar dari angka revisi naik bulan sebelumnya yaitu 8,92 juta lapangan pekerjaan. Data tersebut menunjukkan bahwa inflasi upah mungkin kembali menjadi agenda, yang dapat memaksa The Fed untuk melanjutkan siklus kenaikan suku bunga hingga tahun 2024. Hal ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun ke level tertinggi baru di 16% dan mendukung USD.

Sementara itu, aksi jual yang berkepanjangan di pasar pendapatan tetap AS semakin memperkuat kekhawatiran terhadap hambatan ekonomi yang berasal dari biaya pinjaman yang meningkat dengan cepat. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi minat investor terhadap aset-aset yang lebih berisiko dan menjadi faktor lain yang menguntungkan Greenback sebagai aset safe haven. Selain itu, keputusan Bank of England (BoE) yang mengejutkan untuk mempertahankan suku bunga di bulan September terus membebani Pound Inggris (GBP) dan berkontribusi untuk membatasi pasangan GBP/USD.

Latar belakang fundamental yang disebutkan di atas tampaknya cenderung mendukung para pedagang yang bearish, meskipun Relative Strength Index (RSI) yang jenuh jual pada grafik harian memerlukan kehati-hatian sebelum memposisikan diri untuk kerugian lebih lanjut. Para pelaku pasar saat ini menantikan IMP Jasa Inggris final untuk mendapatkan imputasi baru sebelum data makro AS – laporan ADP mengenai ketenagakerjaan sektor swasta dan IMP Jasa ISM – di awal sesi Amerika Utara.

S&P Global Manufacturing PMI Republik Korea September Naik Ke 49.9 Dari Sebelumnya 48.9

S&P Global Manufacturing PMI Republik Korea September Naik Ke 49.9 Dari Sebelumnya 48.9
Devamını oku Previous

Keputusan Suku Bunga RBNZ Selandia Baru Sesuai Ekspektasi 5.5%

Keputusan Suku Bunga RBNZ Selandia Baru Sesuai Ekspektasi 5.5%
Devamını oku Next