USD/RUB Melemah di Sekitar 97,70 di Tengah Pemangkasan Minyak Sukarela Rusia, Data Ekonomi AS Dipantau

  • USD/RUB kehilangan momentum di dekat 97,70 di tengah reli harga minyak.
  • Pertumbuhan ekonomi Rusia akan berada di ujung atas kisaran 1,5%-2,5% yang diharapkan pada 2023.
  • Investor mengantisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dari The Fed untuk keseluruhan tahun, membawa suku bunga menjadi 5,75%.
  • Data IMP Jasa ISM AS akan menjadi sorotan pada hari Rabu.

USD/RUB melemah di bawah level 98,00 selama awal sesi Eropa hari Rabu. Pasangan tersebut saat ini diperdagangkan di sekitar 97,70, naik 0,79% pada hari ini.

Deputi Gubernur Bank Sentral Rusia Alexei Zabotkin mengatakan pada hari Selasa bahwa pertumbuhan ekonomi Rusia tahun ini akan berada di ujung atas kisaran 1,5%-2,5% yang diharapkan, demikian Reuters. Selain itu, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengharapkan pekan lalu bahwa ekonomi Rusia akan berkembang setidaknya 2,5% pada tahun 2023, dengan inflasi berkisar di angka 6%. Dia juga mengatakan bahwa dia akan berkolaborasi dengan Bank Sentral untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menurunkan inflasi ke tingkat yang berkelanjutan.

Selain itu, Rubel Rusia menguat pada hari Rabu karena reli harga minyak setelah Rusia melanjutkan pengurangan pasokan minyak secara sukarela. Arab Saudi dan Rusia, eksportir minyak utama dunia menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan pemangkasan produksi minyak hingga tahun 2023. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia akan mengurangi ekspornya sebesar 300.000 barel per hari hingga akhir 2023.

Namun, kenaikan RUB tampaknya terbatas karena negara ini telah meningkatkan target belanja militernya untuk tahun 2023 menjadi lebih dari $100 miliar, yang mewakili sepertiga dari seluruh pengeluaran negara, karena meningkatnya biaya konflik Ukraina semakin membebani keuangan Moskow. Hal ini, pada gilirannya, dapat menjadi penarik bagi pasangan USD/RUB.

Dari sisi Dolar AS, para pelaku pasar berspekulasi akan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dari Federal Reserve (Fed) sepanjang tahun ini, sehingga suku bunga menjadi 5,75%, menurut perangkat Probabilitas Suku Bunga Dunia (World Interest Rates Probabilities/WIRP). Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan bahwa The Fed memiliki ruang lebih lanjut untuk meningkatkan suku bunga, tetapi data akan menentukan apakah The Fed perlu menaikkan suku bunga lagi dan jika memang menaikkan suku bunga.

Selanjutnya, para pelaku pasar akan fokus pada data IMP Jasa ISM AS yang akan dirilis pada hari Rabu menjelang data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan pada hari Kamis. Angka-angka ini dapat memberikan arah yang jelas untuk USD/RUB. Selain itu, berita utama seputar perang Rusia di Ukraina juga masih menjadi fokus.

 

Villeroy, ECB: Suku Bunga Mendekati Puncak, Opsi Terbuka untuk Pertemuan Berikutnya

Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Francois Villeroy de Galhau menegaskan pada hari Rabu, "opsi-opsi kami terbuka pada pertemuan suku bun
Đọc thêm Previous

Forex Hari Ini: Fokus pada Keputusan Kebijakan BoC dan Data AS

Berikut ini adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 6 September: Indeks Dolar AS (DXY) turun pada Rabu pagi setelah menyentuh level tertinggi
Đọc thêm Next