USD/JPY Menembus Support Teknis 145,80 di Tengah Kekhawatiran atas Sikap Hawkish BoJ

  • USD/JPY membalikkan pemulihan hari sebelumnya dari level terendah mingguan, mendorong garis support naik berusia tiga minggu.
  • Nakamura dari BoJ mengkonfirmasi kabar terbaru dari pemerintah yang mengumumkan kemenangan atas deflasi.
  • Para pejabat Jepang menunjukkan kekhawatiran ekonomi melalui prakiraan produksi industri yang suram namun mengharapkan perbaikan di bulan Agustus.
  • Data AS yang mengecewakan mendukung poros kebijakan The Fed namun diperlukan konfirmasi dari Indeks Harga PCE Inti AS, NFP.

Para penjual USD/JPY kembali ke meja perdagangan, setelah absen sejenak pada hari sebelumnya, karena para pelaku pasar mengharapkan keluarnya Bank of Japan (BoJ) dari kebijakan moneter yang sangat mudah. Meski begitu, pasangan Yen ini turun ke 145,80 karena membalikkan pemulihan hari sebelumnya dari garis support naik berusia tiga minggu di tengah Kamis pagi hari di sesi Eropa.

Perlu dicatat bahwa beberapa komentar terbaru dari Anggota Dewan BoJ Toyoaki Nakamura memperbaharui kekhawatiran atas sikap hawkish BoJ dan membebani harga USD/JPY, terutama di tengah meningkatnya penerimaan terhadap poros kebijakan Federal Reserve (The Fed). "Ekonomi Jepang tidak lagi mengalami deflasi, tetapi pola pikir deflasi belum bisa dihilangkan," kata Nakamura BoJ.

Terlepas dari kekhawatiran sikap hawkish BoJ, sejumlah komentar beragam dari para pejabat pemerintah Jepang mengenai kondisi produksi industri juga tampaknya telah memberikan tekanan turun pada harga USD/JPY. "Pejabat pemerintah Jepang menyatakan bahwa produksi pabrik di bulan Agustus memiliki risiko yang lebih rendah akibat penurunan ekonomi global," demikian laporan Reuters.

Di tempat lain, Indeks Dolar AS (DXY) masih tertekan di 103,10, menembus support MA 200 Hari sambil berusaha keras untuk mempertahankan penurunan tiga hari beruntun sebelumnya. Meskipun demikian, Kontrak Berjangka S&P 500 berusaha kerasu ntuk mengikuti kenaikan indeks-indeks Wall Street di tengah sentimen yang berhati-hati menjelang data-data penting AS. Namun, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun tetap tertekan pada level terendah dalam tiga minggu, di sekitar 4,11% pada saat berita ini ditulis.

Perlu dicatat bahwa kekecewaan dari sinyal awal Nonfarm Payrolls (NFP) hari Jumat juga memikat bearish USD/JPY karena Perubahan Ketenagakerjaan ADP turun menjadi 177 Ribu dibandingkan dengan prakiraan pasar 195 Ribu dan 371 Ribu sebelumnya (direvisi dari 324 Ribu). Pada baris yang sama, pembacaan kedua Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal kedua (Q2) yang disetahunkan turun ke 2,1% dari 2,4% perkiraan awal sementara Indeks Harga PDB juga turun ke 2,0% dibandingkan pembacaan pertama 2,2%. Lebih lanjut, pembacaan awal Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) juga turun tipis ke 2,5% dari 2,6% dari estimasi sebelumnya untuk periode tersebut.

Sebelumnya, data Kepercayaan Konsumen dan aktivitas AS, serta angka-angka pasar perumahan, mendukung pernyataan dovish mengenai bank sentral AS dan membebani Dolar AS.

Ke depan, pengukur inflasi pilihan The Fed, yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE) AS untuk bulan Agustus, akan menjadi sangat penting untuk memprediksi pergerakan Harga USD/JPY dengan tepat. Indeks Harga PCE Inti AS untuk bulan Agustus, diprakirakan tidak berubah pada 0,2% MoM namun naik tipis ke 4,2% YoY dari sebelumnya 4,1%, akan menjadi penting untuk diperhatikan sebagai petunjuk arah dalam perdagangan harian di tengah kekhawatiran atas poros kebijakan The Fed.

Analisis Teknis

Garis support naik berusia tiga minggu, di sekitar 145,80 pada saat berita ini ditulis, membatasi penurunan langsung pasangan USD/JPY namun pemulihan akan ambigu kecuali harga tetap berada di bawah 146,50.

Analisis Harga Gas Alam: XNG/USD Berada di Dekat Puncak Tiga Minggu, Incar Rintangan SMA 200 Hari

Harga Gas Alam menyentuh level tertinggi tiga minggu, di sekitar area $2,9220 selama sesi Asia pada hari Kamis, meskipun tidak ada aksi beli lanjutan
مزید پڑھیں Previous

GBP/JPY Turun Menuju 185,50 karena Data Ekonomi Jepang yang Optimis

GBP/JPY mundur dari kenaikan sebelumnya, saat ini diperdagangkan lebih rendah di sekitar 185,60 selama sesi Asia hari Kamis. Pasangan mata uang ini me
مزید پڑھیں Next