Pasar Saham Asia: Bergerak Lebih Rendah, Fokus pada Keputusan Fed dan BoJ

  • Sebagian besar pasar saham Asia diperdagangkan di wilayah negatif karena pasar menjadi berhati-hati menjelang peristiwa-peristiwa penting.
  • Berita utama mengenai rencana stimulus Tiongkok yang lebih banyak gagal untuk memberikan kesan pada ekuitas Tiongkok.
  • Para investor bersiap-siap untuk keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) yang dijadwalkan pada hari Jumat.

Sebagian besar pasar saham Asia diperdagangkan di wilayah negatif pada hari Rabu karena para pelaku pasar menunggu pertemuan Federal Reserve (Fed) yang sangat dinanti-nantikan pada hari tersebut. Pada saat berita ini diturunkan, Nikkei turun 0,07%, Shanghai turun 0,37%, Hang Sang turun 0,85%, dan Indeks Kospi turun 1,78%. Sementara itu, Nifty50 naik 0,58%.

Berita utama mengenai lebih banyak rencana stimulus Tiongkok gagal untuk memberikan kesan pada ekuitas Tiongkok pada hari Rabu. Kantor berita Xinhua melaporkan pada hari Selasa bahwa para pembuat kebijakan akan melakukan penyesuaian kebijakan ekonomi, memperkuat kepercayaan diri dan memitigasi risiko setelah negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini berekspansi dengan laju yang lambat di kuartal kedua karena permintaan turun.

Sementara itu, saham-saham Jepang membukukan kenaikan moderat. Para investor bersiap-siap untuk keputusan suku bunga yang akan diumumkan oleh Bank of Japan (BoJ) pada hari Jumat. Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengakhiri spekulasi perubahan kebijakan Yield Control Curve dan menyatakan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan sebelum tujuan inflasi 2% tercapai. Komentar-komentar ini menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan Jepang kemungkinan akan mempertahankan sikap dovish dan diprakirakan akan mempertahankan kebijakan moneter mereka tidak berubah pada hari Jumat.

Selain itu, Kantor Kabinet mengatakan bahwa inflasi Jepang terlihat sekitar 0,7% dari tahun 2027 hingga tahun 2032, sementara untuk tahun 2023 diprakirakan sebesar 2,6% dan 1,9% pada tahun 2024. Dalam hal pertumbuhan ekonomi, angka PDB terlihat di 1,3% pada tahun 2023 dan 1,2% pada tahun 2024.

Harga minyak saat ini diperdagangkan di sekitar $79,00 per barel setelah turun dari $79,90 per barel, tertinggi sejak 19 April. Berita utama seputar rencana stimulus tambahan dari Tiongkok akan menjadi fokus karena Tiongkok adalah importir minyak terbesar di dunia, dan pemulihan ekonominya mendukung harga minyak.

Para pelaku pasar akan berfokus pada keputusan suku bunga the Fed, Bank Sentral Eropa (ECB), dan BoJ di akhir minggu ini. Selain itu, perkembangan seputar hubungan Tiongkok-AS juga akan tetap menjadi fokus.

 

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Turun di Bawah $1.985 Jelang Keputusan Penting The Fed – Confluence Detector

Harga Emas (XAU/USD) bertahan pada penurunan ringan karena gagal mempertahankan koreksi hari sebelumnya yang memantul dari level terendah dalam seming
Leer más Previous

Kantor Kabinet Jepang Tingkatkan Pandangan Mengenai Sentimen Bisnis untuk Pertama Kalinya dalam Tujuh Bulan

Menjelang pengumuman kebijakan Bank of Japan (BoJ) pada hari Jumat dan proyeksi ekonomi yang diperbarui, Kantor Kabinet Jepang menerbitkan penilaian e
Leer más Next