Dolar AS Lanjutkan Penurunan saat Tiongkok Percepat Stimulus
- Dolar AS dikalahkan oleh mata uang Asia pada hari Selasa setelah PBoC mengumumkan lebih banyak paket dukungan.
- Kecuali beberapa data tingkat kedua, semua perhatian tertuju pada Presiden Fed Saint Louis James Bullard.
- Indeks Dolar AS melanjutkan penurunan untuk empat hari berturut-turut.
Dolar AS (USD) melanjutkan penurunannya terhadap hampir semua mata uang utama pada hari Selasa. Penurunan terbesar terjadi setelah keputusan terbaru People’s Bank of China (PBoC) yang meningkatkan paket stimulus dan penyelamatannya untuk sektor konstruksi. Dukungan tersebut dipuji di wilayah tersebut dan telah mendorong saham-saham Tiongkok lebih tinggi sementara mata uang Asia diminati melawan Greenback.
Dari kalender ekonomi tidak ada peristiwa besar nyata yang dapat memicu perubahan tiba-tiba dalam nada Dolar AS. National Federation of Independent Business (NFIB) akan menerbitkan Indeks Optimisme untuk bulan Juni pukul 10:00 GMT (17:00 WIB), yang diprakirakan akan tetap tinggi di 89,9. Yang menarik untuk disimak setelah NFIB adalah Indeks Optimisme Ekonomi dari TechnoMetrica Institute of Policy and Politics (TIPP) guna mendapatkan konfirmasi apakah memang terjadi kenaikan atau tepatnya penurunan sentimen ekonomi. Data tersebut dirilis pukul 14:00 GMT (21:00 WIB), dan muncul setelah pidato James Bullard, Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, pada pukul 13:00 GMT (20:00 WIB).
Intisari Harian: Dolar AS Melemah di Asia
- Tiongkok akan mempercepat peluncuran kebijakannya untuk membantu sektor properti, rally Yuan Tiongkok ada di baliknya.
- Sekitar pukul 10:00 GMT (17:00 WIB), National Federation of Independent Business (NFIB) akan merilis Indeks Optimisme untuk bulan Juni dengan ekspektasi di 89,9, lompatan kecil dari 89,4 sebelumnya.
- James Bullard diprakirakan akan berbicara pada pukul 13:00 GMT (20:00 WIB). Setelah banyak komentar hawkish dari sesama anggota The Fed, akan baik jika mendengar apakah Bullard masih berada di kubu hawkish dan mengonfirmasi perlunya lebih banyak kenaikan suku bunga.
- Indeks serupa dengan NFIB, namun kali ini Indeks Optimisme Ekonomi dari TechnoMetrica Institute of Policy and Politics (TIPP), akan diterbitkan pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB). Konsensusnya adalah juga lompatan dari 41,7 sebelumnya ke 45,3.
- Departemen Keuangan AS juga akan mengakses pasar untuk mengalokasikan lelang obligasi 1-tahun dan 3-tahun.
- Indeks Topix Jepang terlambat untuk menikmati nada positif di Asia dan ditutup di -0,31%, hampir datar untuk Selasa ini, sementara Hang Seng Tiongkok melonjak lebih tinggi dan ditutup naik hampir 1%. Ekuitas Eropa jatuh kembali setelah hasil negatif lainnya dari Zentrum für Europäische Wirtschaftsforschung GmbH (ZEW) Jerman dan hampir datar sementara ekuitas berjangka AS sedikit di zona merah.
- FedWatch Tool CME Group menunjukkan bahwa pasar menilai peluang 92,4% kenaikan suku bunga 25 basis poin (bp) pada 26 Juli. Peluang kenaikan kedua di bulan November turun menjadi 26,7%. Tampaknya pasar memprakirakan lagi kemungkinan kenaikan suku bunga kedua dan menganggap The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Juli untuk terakhir kalinya. Pasar memprakirakan Ketua The Fed AS Jerome Powell mengumumkan bahwa level penting telah dicapai pada Simposium Jackson-Hole tahunan antara 24 dan 26 Agustus di Kansas.
- Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun diperdagangkan di 3,97% dan melanjutkan penurunannya dari 4,09% minggu lalu. Pedagang kembali memperkuat pertanyaan apakah akan ada lebih dari satu kenaikan suku bunga dari The Fed.
Analisis Teknis Indeks Dolar AS: Lebih Banyak Penurunan Tampaknya Tak Terelakkan
Dolar AS melanjutkan penurunannya untuk empat hari berturut-turut dengan kali ini mata uang Asia mengalahkan Greenback. Selama jam-jam perdagangan Eropa, Dolar AS turun hampir 0,50% terhadap Yen Jepang (USD/JPY), Won Korea Selatan (USD/KRW), dan Yuan Tiongkok (USD/CNY). Dukungan dan permintaan untuk mata uang Asia berasal dari Tiongkok, di mana pemerintah akan mempercepat paket dukungan yang dijanjikannya untuk sektor konstruksi yang terpukul. Hal ini mendorong keyakinan terhadap pemulihan yang cepat di Tiongkok dan membuat Indeks Dolar AS (DXY) mundur untuk satu hari lagi.
Untuk sisi atas, 102,811 di Simple Moving Average (SMA) 55-hari, akan mendapatkan kembali sebagian kepentingannya setelah ditembus beberapa minggu yang lalu. Tidak jauh di atas SMA 55-hari, SMA 100-hari berada di 102,96 dan dapat menciptakan area resistance yang kuat di antara kedua moving averages. Jika DXY berhasil melewati wilayah itu, tertinggi Juli di 103,57 akan menjadi level yang harus diperhatikan untuk penembusan lebih lanjut.
Untuk sisi bawah, satu-satunya cara untuk menghentikan DXY mencapai 101,00 adalah level psikologis di 101,50. Setelah level tersebut ditembus, tidak banyak level yang relevan karena akan menjadi penurunan cepat ke 101,00 dan mulai menguji terendah Mei. Level 100,75 adalah level penting karena level tersebut adalah dasar sejak 2 Februari dan dapat membuka kemungkinan penurunan di bawah 100,00 jika ditembus.
Pertanyaan Umum tentang Dolar AS
Apa itu Dolar AS?
Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat, dan mata uang 'de facto' dari sejumlah besar negara lain yang beredar bersama uang lokal. USD adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyumbang lebih dari 88% dari seluruh perputaran valuta asing global, atau rata-rata $6,6 triliun transaksi per hari, menurut data tahun 2022.
Setelah perang dunia kedua, USD mengambil alih posisi Pound Inggris sebagai mata uang cadangan dunia. Hampir sepanjang sejarahnya, Dolar AS didukung oleh Emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 ketika Standar Emas hilang.
Bagaimana keputusan Federal Reserve berdampak pada Dolar AS?
Faktor tunggal terpenting yang berdampak pada nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang dibentuk oleh Federal Reserve (The Fed). The Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai dua tujuan ini adalah dengan menyesuaikan suku bunga.
Ketika harga-harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target The Fed di 2%, The Fed akan menaikkan suku bunga, yang membantu nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau Tingkat Pengangguran terlalu tinggi, The Fed dapat menurunkan suku bunga, yang membebani Greenback.
Apa itu Pelonggaran Kuantitatif dan bagaimana pengaruhnya terhadap Dolar AS?
Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan memberlakukan pelonggaran kuantitatif/quantitative easing (QE). QE adalah proses di mana The Fed secara substansial meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet.
Ini adalah langkah kebijakan non-standar yang digunakan ketika kredit mengering karena bank-bank tidak mau meminjamkan uang kepada satu sama lain (karena takut gagal bayar). Hal ini adalah pilihan terakhir ketika menurunkan suku bunga tidak mungkin mencapai hasil yang diperlukan. Hal ini adalah senjata pilihan The Fed untuk memerangi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Hebat pada tahun 2008. Ini melibatkan The Fed mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS yang sebagian besar berasal dari lembaga-lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan Dolar AS melemah.
Apa itu Pengetatan Kuantitatif dan bagaimana pengaruhnya terhadap Dolar AS?
Pengetatan kuantitatif/quantitative tightening (QT) adalah proses kebalikan dari QE, yaitu Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga-lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok obligasi yang jatuh tempo dalam pembelian baru. Hal ini biasanya berdampak positif terhadap Dolar AS.