NZD/USD Meraih Tertinggi Baru Dua Minggu di Atas 0,6200 saat Dolar AS Lanjutkan Penurunan, Amati NFP AS

  • NZD/USD telah naik tajam ke 0,6215 di tengah sell-off indeks USD.
  • Laporan pendapatan perusahaan-perusahaan AS diprakirakan akan tetap tidak pasti di tengah suku bunga yang lebih tinggi.
  • Ke depannya, data IMP Ketenagakerjaan dan Jasa AS akan diawasi dengan ketat.

Pasangan NZD/USD telah mencetak tertinggi baru dua minggu di 0,6215 di sesi London. Kiwi telah memperoleh kekuatan yang signifikan di tengah pelemahan dalam Indeks Dolar AS (DXY). Indeks USD turun tajam ke dekat 103,10 karena investor semakin berhati-hati menjelang data IMP Ketenagakerjaan dan Jasa.

Sell-off S&P500 futures telah berlanjut dimana investor absen menjelang musim hasil kuartal kedua. Laporan pendapatan perusahaan-perusahaan diprakirakan akan tetap tidak menentu di tengah suku bunga yang lebih tinggi dan kondisi kredit yang ketat oleh bank-bank komersial.

Rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan khawatir ekonomi menghadapi tantangan dari kondisi kredit yang lebih ketat, termasuk suku bunga yang lebih tinggi, untuk rumah tangga dan bisnis, yang kemungkinan akan membebani aktivitas ekonomi, perekrutan, dan inflasi, meskipun sejauh mana efek ini tetap tidak pasti.

Ke depan, data Nonfarm Payrolls (NFP) AS akan diawasi dengan ketat. Tingkat Pengangguran diprakirakan turun ke 3,6% dibandingkan rilis sebelumnya 3,7%. Sementara laporan Nonfarm Payrolls (NFP) untuk bulan Juni diprakirakan menunjukkan payrolls baru 225 ribu dibandingkan penambahan sebelumnya 339 ribu. Penghasilan Per Jam Rata-Rata Bulanan diprakirakan stabil di 0,3%.

Namun sebelum itu, IMP Jasa ISM AS akan tetap menjadi titik fokus. Tidak seperti aktivitas pabrik, IMP Jasa AS berada di wilayah ekspansi. Data ekonomi diprakirakan tumbuh ke 51,0 dibandingkan rilis sebelumnya 50,3. Sementara Indeks Pesanan Baru diprakirakan turun ke 53,3 dibandingkan rilis sebelumnya 56,2.

Di sisi Dolar Selandia Baru, investor khawatir kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dapat merusak prospek ekonomi. Para ekonom di UOB mengutip bahwa Selandia Baru telah memasuki resesi teknis, karena ekonomi turun 0,1% q/q di kuartal pertama 2023, dibandingkan dengan revisi turun 0,7% q/q di kuartal keempat 2022 (sebelumnya -0,6% q/q). Angka tersebut jauh di bawah proyeksi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) tumbuh 0,3%.

 

Rouble akan Lebih Jauh Melemah – MUFG

Rouble telah melanjutkan tren pelemahan terhadap Dolar AS yang telah terjadi sejak akhir tahun lalu setelah periode konsolidasi singkat di bulan Mei.
আরও পড়ুন Previous

Indeks USD Tertekan Dekat 103,20 Jelang Data Penting

Greenback berada di bawah tekanan negatif lebih lanjut dan mendekati wilayah penting 103,00 ketika dilacak oleh Indeks USD (DXY) pada hari Kamis. Ind
আরও পড়ুন Next