WTI Turun di Bawah $68,00 saat Pasar Lesu, Dolar AS Pulih Jelang Rilis Data Persediaan Minyak EIA

  • WTI masih tertekan di sekitar level terendah mingguan setelah menyambut para penjual pada hari sebelumnya.
  • Optimisme yang hati-hati terkait Tiongkok dan surutnya kekhawatiran akan krisis pasokan yang dipicu oleh Rusia membebani harga Minyak.
  • Kecemasan menjelang pidato para gubernur bank sentral papan atas, data persediaan minyak mingguan juga menggoda para penjual energi.

Minyak mentah WTI tetap melemah untuk hari kedua berturut-turut karena para penjual menekan level terendah mingguan, yang dicatat pada hari sebelumnya, di tengah hari Rabu pagi di Eropa. Meskipun demikian, emas hitam ini mencatat pelemahan dalam perdagangan harian sebesar 0,30% dan berada di $67,85 pada saat berita ini ditulis.

Ketika menelusuri katalis-katalis utama, berita utama yang beragam mengenai transisi ekonomi di AS dan Tiongkok bergabung dengan ketegangan Tiongkok-Amerika, serta pemulihan Dolar AS, menjadi perhatian utama. Selain itu, sikap hati-hati para pedagang komoditas menjelang pidato para gubernur bank sentral utama di Forum Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra juga memberikan tekanan turun pada acuan energi.

Optimisme ekonomi yang didukung oleh data AS yang optimis dan beberapa tajuk utama yang positif terhadap risiko dari Tiongkok, terutama seputar penetapan nilai tukar USD/CNY oleh People's Bank of China (PBoC) dan pembicaraan mengenai lebih banyak stimulus, mempertahankan optimisme pasar.

Namun, kekhawatiran baru seputar ketegangan AS-Tiongkok dan sentimen yang berhati-hati menjelang pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di Forum Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra memberikan tekanan negatif terhadap selera risiko dan emas hitam ini.

Meskipun demikian, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Selasa malam bahwa Tiongkok memiliki masalah yang sangat besar. Komentar-komentarnya diikuti oleh berita Wall Street Journal (WSJ) yang mengatakan, "Pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan pembatasan baru pada ekspor chip kecerdasan buatan ke Tiongkok, karena kekhawatiran meningkat atas kekuatan teknologi di tangan saingan AS, menurut orang-orang yang mengetahui situasi tersebut."

Sebelumnya, beberapa tajuk utama yang menunjukkan bahwa para pelobi Asia menganjurkan aturan yang lebih mudah untuk pencatatan ekuitas Tiongkok di luar negeri dan komentar-komentar dari Perdana Menteri Li Qiang besama dengan penetapan kurs tengah USD/CNY yang lebih rendah dari yang diprakirakan oleh People's Bank of China (PBoC) akan menggoda Minyak. Lebih lanjut, penjualan Dolar AS oleh bank-bank pemerintah Tiongkok, menurut Reuters, juga memungkinkan pasangan AUD ini untuk tetap menguat.

Di atas semua itu, meredanya kekhawatiran terhadap geopolitik dari Rusia dan kekhawatiran perlambatan ekonomi membebani minyak mentah WTI.

Sebaliknya, laporan mingguan data persediaan minyak American Petroleum Institute (API) yang dirilis pada -2.408 juta dibandingkan -1.246 juta sebelumnya memberikan tekanan pada harga minyak. Pada baris yang sama adalah dorongan produsen Minyak global untuk lebih banyak pemotongan produksi dan kegelisahan ekonomi makro.

Selanjutnya, data persediaan minyak resmi mingguan, yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA), diprakirakan -1,467 Juta versus -3,83 Juta sebelumnya dapat menghibur para pedagang minyak. Selain itu, yang juga penting adalah pembaruan dari Forum ECB.

Analisis Teknis

Meskipun support horizontal bulanan di sekitar $67,50 membatasi penurunan jangka pendek minyak mentah WTI, rintangan MA 21 Hari di sekitar $70,30 membatasi kenaikan langsung emas hitam ini.

 

USD/JPY Diperdagangkan dengan Pelemahan Tipis Intraday, di Bawah 144,00 di Tengah Kekhawatiran atas Intervensi

Pasangan USD/JPY berada di bawah tekanan jual selama sesi Asia pada hari Rabu dan mengikis sebagian dari kenaikan hari sebelumnya ke level di atas ang
Read more Previous

Analisa Harga EUR/USD: Pertemuan SMA 100/200 Jam Memegang Kunci Menjelang Pertemuan Fed Powell

Pasangan EUR/USD berada di bawah tekanan jual selama sesi Asia pada hari Rabu dan menjauh dari level tertinggi mingguan baru, di sekitar area 1,0975 y
Read more Next