Dolar AS Lanjutkan Rally ke Tertinggi Baru Multi-Bulan Jelang Pemungutan Suara Batas Utang

  • Dolar AS telah mengumpulkan kembali kekuatannya di pertengahan minggu ini di tengah-tengah penghindaran risiko.
  • Indeks Dolar AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir di atas 104,50 pada hari Rabu.
  • RUU batas utang AS diajukan ke DPR untuk dirundingkan dan pemungutan suara.

Dolar AS (USD) mulai mengumpulkan kekuatan terhadap rival-rival utamanya di pertengahan pekan ini di tengah pergeseran negatif yang disaksikan dalam persepsi risiko setelah kinerja yang tidak menarik pada hari Selasa. Indeks Dolar AS, yang melacak valuasi USD terhadap sekeranjang enam mata uang utama, berbalik naik pada hari Rabu pagi dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Maret di atas 104,50.

Kinerja USD kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh persepsi risiko di paruh kedua hari ini dengan para investor yang terus memperhatikan berita utama seputar RUU batas utang.

Pada hari Selasa, House Rules Committee memajukan RUU pagu utang ke DPR dengan hasil suara yang tidak terlalu dekat yaitu 7 banding 6, menyebabkan para investor mengambil sikap hati-hati. Beberapa anggota parlemen dari Partai Republik menyuarakan penolakan mereka terhadap RUU tersebut, yang akan diperdebatkan di DPR dan dilakukan pemungutan suara pada hari Rabu sebelum beralih ke pemungutan suara Senat.

Ringkasan Penggerak Pasar Harian: Rally Dolar AS Menguat di Hari Rabu

  • Mencerminkan sentimen pasar yang menghindari risiko, indeks saham berjangka AS diperdagangkan di wilayah negatif pada hari Rabu.
  • Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Presiden Bank Federal Reserve (The Fed) Cleveland, Loretta Mester, mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya alasan kuat untuk menghentikan kenaikan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang "sangat kuat dan membandel."
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terus turun pada hari Rabu dan terakhir terlihat turun lebih dari 1% secara harian di bawah 3,7%. Namun demikian, CME Group FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar memprakirakan probabilitas hampir 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp) di bulan Juni.
  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data Lowongan Kerja JOLTS untuk bulan April pada hari Rabu. Pada hari Kamis, laporan ketenagakerjaan sektor swasta dari ADP dan survei IMP Manufaktur dari ISM akan ditampilkan dalam agenda ekonomi AS.
  • Meninjau data ADP, "tidak hanya angka ADP yang melonjak sampai meleset ke angka yang lebih kuat dari estimasi dan sebaliknya, tetapi perbedaan ini juga signifikan, terutama dalam beberapa bulan terakhir," kata Analis FXStreet, Yohay Elam. "Setelah melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2022 pada publikasi April lalu, laporan bulan Mei mendatang mungkin akan lemah."
  • Sentimen konsumen di AS sedikit melemah di bulan Mei dengan Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board (CB) turun tipis ke 102,3 dari 103,7 di bulan April (direvisi dari 101,3). Indeks Situasi Saat Ini turun ke 148,6 dari 151,8 dan Indeks Ekspektasi Konsumen hampir tidak berubah di 71,5. Akhirnya, ekspektasi inflasi konsumen satu tahun turun ke 6,1% di bulan Mei dari 6,2% di bulan April.
  • Harga rumah di AS naik 0,6% pada skala bulanan di bulan Maret, data bulanan yang diterbitkan oleh Badan Keuangan Perumahan Federal AS menunjukkan pada hari Selasa. Angka ini mengikuti kenaikan di bulan Februari sebesar 0,7% (direvisi dari 0,5%) dan lebih baik daripada ekspektasi pasar sebesar +0,2%.
  • Pada hari Minggu, Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR dari Partai Republik Kevin McCarthy mencapai kesepakatan untuk menangguhkan sementara batas utang untuk menghindari gagal bayar utang AS. Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat masih harus menyetujui kesepakatan tersebut, yang akan menangguhkan plafon utang sebesar $31,4 triliun hingga 1 Januari 2025, dalam beberapa hari mendatang.
  • Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) melaporkan pada hari Jumat bahwa inflasi di AS, yang diukur dengan perubahan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), naik ke 4,4% secara tahunan di bulan April dari 4,2% di bulan Maret.
  • Indeks Harga PCE Inti tahunan, pengukur inflasi yang lebih disukai oleh The Fed, naik tipis ke 4,6%, dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 4,6%.
  • Perincian lebih lanjut dari publikasi BEA menunjukkan bahwa Pendapatan Pribadi meningkat 0,4% secara bulanan sementara Pengeluaran  Pribadi naik 0,8%.

Analisis Teknikal: Indeks Dolar AS Berbalik Bullish setelah Penurunan pada Hari Selasa

Indeks Dolar AS (DXY) berhasil ditutup di atas level teknikal penting 104,00 (Fibonacci retracement 23,6% dari tren turun November-Februari) pada hari Selasa, yang merefleksikan kesediaan para pembeli untuk mempertahankan support tersebut. Jika DXY mulai menggunakan 104,50 (level statis) sebagai support, maka dapat menargetkan 105,00 (level psikologis, level statis) dan 105,60 (SMA 200-hari, Fibonacci retracement 38,2%) selanjutnya.

Pada sisi negatifnya, 104,00 tetap bertahan sebagai support utama. Penutupan harian di bawah level tersebut dapat menarik para penjual USD dan membuka peluang untuk penurunan yang berlanjut menuju 103,00, di mana Simple Moving Average (SMA) 100-hari berada.

Perlu juga dicatat bahwa indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian tetap berada di dekat 70, yang menunjukkan bahwa DXY dapat terkoreksi lebih rendah dalam jangka pendek sebelum kenaikan berikutnya.

Bagaimana Dampak Kebijakan The Fed terhadap Dolar AS?

Federal Reserve AS (The Fed) memiliki dua mandat: lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. The Fed menggunakan suku bunga sebagai alat utama untuk mencapai tujuan-tujuannya, tetapi harus menemukan keseimbangan yang tepat. Jika The Fed mengkhawatirkan inflasi, maka mereka akan mengetatkan kebijakannya dengan menaikkan suku bunga untuk meningkatkan biaya pinjaman dan mendorong tabungan. Dalam skenario ini, Dolar AS (USD) kemungkinan akan menguat karena jumlah uang beredar berkurang. Di sisi lain, the Fed dapat memutuskan untuk melonggarkan kebijakannya melalui penurunan suku bunga jika mereka khawatir akan meningkatnya tingkat pengangguran akibat perlambatan aktivitas ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah kemungkinan akan menyebabkan pertumbuhan investasi dan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mempekerjakan lebih banyak orang. Dalam hal ini, USD diprakirakan akan kehilangan nilainya.

The Fed juga menggunakan pengetatan kuantitatif (QT) atau pelonggaran kuantitatif (QE) untuk menyesuaikan ukuran neraca keuangannya dan mengarahkan ekonomi ke arah yang diinginkan. QE mengacu pada pembelian aset oleh The Fed, seperti obligasi pemerintah, di pasar terbuka untuk memacu pertumbuhan dan QT adalah kebalikannya. QE secara luas dilihat sebagai tindakan kebijakan bank sentral yang negatif terhadap USD dan sebaliknya.

Permohonan Hipotek MBA Amerika Serikat Mei 26 Tumbuh Dari Sebelumnya -4.6% Ke -3.7%

Permohonan Hipotek MBA Amerika Serikat Mei 26 Tumbuh Dari Sebelumnya -4.6% Ke -3.7%
Đọc thêm Previous

Kapan Laporan PDB Kanada Dirilis dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap USD/CAD?

Agenda ekonomi hari Rabu menyoroti rilis angka pertumbuhan PDB Kanada bulanan untuk bulan Maret, yang akan dipublikasikan pada 12:30 GMT/19:30 WIB. St
Đọc thêm Next