Pasar Saham Asia: Jeda Kenaikan Suku Bunga The Fed yang Kuat Tingkatkan Sentimen Pasar, Minyak Pulih Tajam
- Saham-saham Asia menunjukkan kekuatan secara keseluruhan karena The Fed diharapkan akan menghentikan sementara kenaikan suku bunga.
- Saham-saham Jepang menjadi pusat perhatian setelah komentar positif dari Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.
- Prospek sektor properti RRT yang lebih baik telah menanamkan kekuatan di ranah ekuitasnya.
Pasar-pasar di wilayah Asia menunjukkan kekuatan pemulihan karena ekspektasi untuk jeda pengetatan kebijakan oleh Federal Reserve (Fed) meroket. Pasar mengantisipasi bahwa ketua Fed Jerome Powell akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga untuk menghindari resesi Amerika Serikat. Selain itu, penurunan inflasi dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS, serta pelonggaran kondisi pasar tenaga kerja juga mendukung konteks ini.
Pada saat berita ini diturunkan, Nikkei225 Jepang melonjak 0,73%, ChinaA50 naik 0,70%, Hang Seng melonjak 2,19%, dan Nifty50 naik 0,54%.
Saham-saham Jepang telah menjadi pusat perhatian setelah komentar positif dari Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. IMP Jepang menyatakan "Kami akan berusaha untuk menarik Jepang keluar dari deflasi dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh permintaan swasta." Selain itu, PM Jepang menyoroti perlunya pemerintah dan Bank of Japan (BoJ) untuk berkoordinasi secara erat untuk meningkatkan kebijakan ekonomi. Selain itu, Goldman Sachs menyatakan fundamental yang solid dan ekspektasi untuk perubahan struktural membenarkan sikap bullish pada ekuitas Jepang.
Ekuitas RRT berkinerja lebih kuat karena perekonomiannya berjuang dengan krisis real estate secara efektif. Sementara itu, Moody's telah mengubah prospek sektor properti RRT menjadi stabil dari negatif karena kondisi penjualan dan pendanaan yang lebih baik. Hal ini telah memberikan darah segar pada saham-saham RRT. Ke depannya, data Penjualan Ritel tahunan RRT akan tetap menjadi sorotan. Data Penjualan Ritel bulan April terlihat meningkat sebesar 20,1% dibandingkan dengan rilis sebelumnya sebesar 10,6%.
Dari sisi minyak, harga minyak telah pulih dengan kuat mendekati $70,00 di tengah harapan bahwa kebijakan suku bunga yang stabil oleh The Fed akan memicu permintaan minyak.