Dolar AS Kumpulkan Kekuatan, Fokus pada Pembicaraan Plafon Utang AS

  • Dolar AS menemukan pijakan setelah kinerja buruk hari Rabu.
  • Indeks Dolar AS naik menuju 102,00, berubah positif untuk minggu ini.
  • Kebuntuan plafon utang AS berlanjut saat tenggat waktu semakin dekat.

Dolar AS telah memperkuat nada bullish Kamis pagi setelah kesulitan untuk menemukan permintaan setelah data inflasi April Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu. Indeks Dolar AS (DXY) meregang lebih tinggi menuju 102,00 dan bertahan di wilayah positif untuk minggu ini.

Biro Statistik Tenaga Kerja/Bureau of Labor Statistics (BLS) AS melaporkan pada hari Rabu bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 4,9% pada basis tahunan di bulan April. Hasil ini menyusul kenaikan 5% yang tercatat di bulan Maret dan di bawah ekspektasi pasar 5%. Reaksi awal pasar, USD mulai melemah terhadap para pesaingnya dengan investor tetap yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) AS akan menghentikan sejenak siklus pengetatannya di bulan Juni.

Kamis pagi, tekanan jual yang berat di sekitar Euro di tengah berita yang bertentangan seputar prospek suku bunga European Central Bank (ECB) membantu USD menangkap beberapa arus keluar modal.

Namun, membayanginya krisis plafon utang di AS muncul sebagai faktor risiko utama bagi USD dalam jangka pendek. Beth Hammack, Chair of the Treasury Borrowing Advisory Committee dan Co-Head Global Financing Group Goldman, baru-baru ini mengatakan bahwa kebuntuan politik atas plafon utang AS menimbulkan "risiko nyata" bagi USD. Presiden Joe Biden dan anggota parlemen dari Partai Republik akan melakukan pembicaraan lebih lanjut pada hari Jumat.

Penggerak Pasar Harian: Dolar AS Bertahan untuk Saat ini

  • Menteri Keuangan AS Janet Yellen memperingatkan pada hari Kamis bahwa gagal bayar AS karena kegagalan menaikkan plafon utang akan menghasilkan "malapetaka ekonomi dan keuangan."
  • Inflasi IHK Inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang volatil, turun tipis ke 5,5% di bulan April dari 5,6% di bulan Maret seperti prakiraan. Pada basis bulanan, IHK dan IHK Inti naik 0,4%, sesuai dengan estimasi analis.
  • BLS akan merilis Indeks Harga Produsen (IHP) untuk bulan April nanti di sesi ini. Kalender ekonomi AS juga akan menampilkan data Klaim Pengangguran Awal mingguan dari Departemen Tenaga Kerja AS.
  • Mengomentari laporan inflasi AS, "laporan IHK di atas angka Nonfarm Payrolls (NFP) yang dirilis kurang dari seminggu yang lalu, dan ada kasus yang menarik untuk berhenti sejenak," kata Analis FXStreet Yohay Elam. "Investor sudah melihat tumbuhnya peluang penurunan suku bunga, dan itu membebani Greenback."
  • FedWatch Tool CME Group menunjukkan bahwa pasar menilai probabilitas lebih dari 90% The Fed membiarkan suku bunga kebijakannya tidak berubah pada pertemuan kebijakan berikutnya.
  • The Fed mencatat dalam Survei Petugas Pinjaman untuk kuartal pertama bahwa responden melaporkan standar yang lebih ketat dan permintaan yang lebih lemah pada pinjaman komersial dan industri pada perusahaan-perusahaan pasar besar dan menengah. "Bank melaporkan standar yang lebih ketat dan permintaan yang lebih lemah untuk semua kategori pinjaman real estat komersial," menurut publikasi lebih lanjut.
  • Sebelumnya pekan ini, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan kepada Economic Club of New York pada hari Selasa bahwa The Fed perlu bergantung pada data terkait kebijakan moneter dan mengingatkan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lagi jika diperlukan.

Analisis teknis: Indeks Dolar AS Naik di Atas Resistance Jangka Pendek Utama

Indeks Dolar AS (DXY) naik di atas 101,65, tempat Simple Moving Average (SMA) 20-hari berada. Jika DXY menutup hari di atas level tersebut, ia dapat menargetkan 102,50 (SMA 50-hari) dan 103,00 (level psikologis, SMA 100-hari).

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian naik sedikit di atas 50, mengarah ke peningkatan momentum bullish.

Jika 101,65 gagal dipertahankan sebagai support, penjual dapat menunjukkan minat dan menyeret DXY menuju 101,00 (level statis, level psikologis). Penutupan harian di bawahnya dapat membuka kemungkinan kelanjutan penurunan hingga 100,00.

Bagaimana Kebijakan The Fed Memengaruhi Dolar AS?

Federal Reserve AS (The Fed) memiliki dua mandat: lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. The Fed menggunakan suku bunga sebagai alat utama untuk mencapai tujuannya tetapi harus menemukan keseimbangan yang tepat. Jika The Fed mengkhawatirkan inflasi, ia memperketat kebijakannya dengan menaikkan suku bunga untuk meningkatkan biaya pinjaman dan mendorong tabungan. Dalam skenario itu, Dolar AS (USD) kemungkinan besar akan menguat nilainya karena berkurangnya jumlah uang beredar. Di sisi lain, The Fed dapat memutuskan untuk melonggarkan kebijakannya melalui penurunan suku bunga jika khawatir terhadap meningkatnya tingkat pengangguran akibat perlambatan aktivitas ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mengarah ke pertumbuhan investasi dan memungkinkan perusahaan-perusahaan mempekerjakan lebih banyak orang. Dalam skenario ini, USD diprakirakan akan kehilangan nilainya.

The Fed juga menggunakan pengetatan kuantitatif/quantitative tightening (QT) atau pelonggaran kuantitatif/quantitative easing (QE) untuk menyesuaikan besaran neraca dan mengarahkan ekonomi ke arah yang diinginkan. QE mengacu pada pembelian aset oleh The Fed, seperti obligasi pemerintah, di pasar terbuka untuk memacu pertumbuhan dan QT justru sebaliknya. QE secara luas dilihat sebagai tindakan kebijakan bank sentral yang negatif untuk USD dan sebaliknya.

GBP akan Kembali Melemah dengan Cepat jika BoE Tidak Sesuai Ekspektasi – Commerzbank

Para ekonom di Commerzbank memprediksikan pertemuan Bank of England (BoE) dan implikasinya terhadap Pound Inggris (GBP). Akankah BoE Sesuai dengan Ek
了解更多 Previous

Kapan Keputusan Suku Bunga Bank of England (BoE) dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap GBP/USD?

Bank of England (BoE) dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada hari Kamis ini pukul 11:00 GMT/18:00 WIB. Bank sentral Inggris in
了解更多 Next