USD/CNH Tetap Tertekan Menuju 6,8750 karena Angka Perdagangan Tiongkok yang Optimis, Dolar AS yang Suram

  • USD/CNH mempertahankan bias bearish hari sebelumnya setelah data perdagangan Tiongkok.
  • Ekspor Januari-Maret Tiongkok tumbuh 8,4% YoY, Impor meningkat 0,2% YoY dalam Yuan.
  • Pelemahan Dolar AS secara luas, optimisme dari Tiongkok memberikan tekanan turun pada harga USD/CNH.

USD/CNH bertahan pada penurunan ringan di sekitar 6,8790 pada awal hari Kamis, melanjutkan momentum penurunan hari sebelumnya di tengah aksi jual Dolar AS yang luas dan angka perdagangan yang optimis dari Tiongkok, tidak lupa optimisme seputar negara naga tersebut.

Perlu dicatat bahwa Ekspor RRT bulan Januari-Maret tumbuh 8,4% YoY sementara Impor meningkat 0,2% YoY dalam Yuan.

Terlepas dari data Tiongkok, Indeks Dolar AS (DXY) yang suram juga membebani harga USD/CNH. Indeks Dolar AS (DXY) berjuang untuk mendapatkan arah yang jelas di sekitar 101,50 setelah jatuh paling banyak dalam tiga pekan pada hari sebelumnya. Meskipun demikian, data inflasi AS yang suram dan tidak adanya notulen Fed yang mengesankan dapat disebut sebagai katalis utama untuk penurunan terbaru DXY.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS turun ke level terendah sejak Mei 2021, menjadi 5,0% YoY di bulan Maret dari 6,0% sebelumnya dan versus 5,2% prakiraan pasar. Namun, IHK Inti tahunan, yaitu IHK di luar Makanan & Energi, meningkat menjadi 5,6% YoY selama bulan tersebut sekaligus sesuai dengan prakiraan dan melampaui 5,5% sebelumnya.

Di sisi lain, notulen Rapat Kebijakan Moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru juga menantang para hawkish The Fed dengan menyatakan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga berkurang akibat gejolak di sektor perbankan. "Beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve bulan lalu mempertimbangkan untuk menghentikan sementara kenaikan suku bunga setelah kegagalan dua bank regional dan perkiraan dari staf the Fed bahwa tekanan di sektor perbankan akan menjerumuskan perekonomian ke dalam resesi," demikian dikutip dari Reuters.

Perlu dicatat bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan prakiraan ekonomi Tiongkok untuk tahun 2023 dan 2024, tetapi mengharapkan negara naga ini untuk bergabung dengan India sebagai mesin pertumbuhan ekonomi global.

Di tempat lain, kemungkinan Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) untuk mempertahankan kebijakan uang longgar lebih tinggi daripada kekhawatiran Fed yang dovish dan karenanya menjaga harga USD/CNH mengarah ke selatan.

Dengan latar belakang ini, S&P 500 Futures mencetak kenaikan tipis sekaligus menghentikan tren turun selama tiga hari sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS masih belum pasti. Meskipun demikian, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menghentikan tren kenaikan tiga hari dengan penurunan ringan menjadi sekitar 3,40% sementara obligasi bertenor dua tahun juga turun menjadi 3,96% dengan menandai penurunan harian pertama dalam lima hari.

Selanjutnya, katalis risiko dan lebih banyak petunjuk mengenai inflasi AS akan diperhatikan untuk mendapatkan arah yang jelas. Namun, perhatian utama harus diberikan pada pembicaraan Fed dan berita utama geopolitik/pertumbuhan.

Analisis Teknikal

Garis support naik 10-pekan di dekat 6,8745 membatasi penurunan jangka pendek USD/CNH.

 

Analisis Harga Perak: XAG/USD Tampaknya akan Merebut Kembali $26.00 meski RSI Telah Jenuh Beli

Harga perak (XAG/USD) bertahan pada kenaikan ringan di sekitar $25,50-55 selama Kamis pagi karena para pembeli beristirahat sejenak setelah menyegarka
Leer más Previous

Ekspor (Thn/Thn) CNY Cina Maret Di Bawah Harapan (9.5%) : Aktual (-1.4%)

Ekspor (Thn/Thn) CNY Cina Maret Di Bawah Harapan (9.5%) : Aktual (-1.4%)
Leer más Next