Indeks S&P 500 Cenderung Berkinerja Baik Jelang Penurunan Suku Bunga Pertama The Fed – NBF

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS dua tahun telah turun di bawah Fed funds rate. Perkembangan ini biasanya mendukung ekuitas meskipun S&P 500 telah membuat rekor kenaikan tahunan sebesar 54,5% hanya dalam 50 hari (sejak 15 Desember 2022), demikian laporan para ekonom di National Bank of Canada.

Resesi Masih Bisa Dihindari

"Apakah ada atau tidak ada resesi di kuartal-kuartal mendatang, penelitian kami menunjukkan bahwa periode antara inversi imbal hasil obligasi Pemerintah AS 2-tahun dengan overnight rate dan penurunan suku bunga The Fed pertama cenderung relatif baik untuk pasar ekuitas."

“Alasan mengapa pasar saham cenderung berkinerja baik menjelang penurunan suku bunga pertama The Fed adalah karena investor umumnya menerima skenario soft landing. Segalanya menjadi lebih rumit untuk pasar ekuitas setelah The Fed mengubah sikap dan kerusakan tambahan akibat pengetatan kumulatif sebelumnya sepenuhnya tercermin dalam perekonomian."

“Meskipun resesi masih bisa dihindari, kami tetap berhati-hati dalam meningkatkan eksposur ekuitas kami setelah rekor lonjakan baru-baru ini. Kami masih merekomendasikan underweighting ekuitas secara relatif dan mempertahankan posisi uang tunai berlebih."

Singapura: Penjualan Ritel Tetap Kuat di Desember – UOB

Ekonom Senior di UOB Group Alvin Liew menilai hasil terbaru dari penjualan ritel di Singapura. Kutipan Utama “Penjualan ritel Singapura pulih di akh
Baca selengkapnya Previous

Upaya Hawkish Kedua Powell Bisa Dukung Dolar – ING

Dolar mendapatkan kembali kekuatannya karena pasar memposisikan diri untuk menghadapi nada hawkish dari Ketua FOMC Jerome Powell. Dalam pandangan para
Baca selengkapnya Next