Pasar Saham Asia: Berhati-hati Jelang Pekan Kebijakan Moneter Barat, Minyak Pertahankan $70,00

  • Indeks Asia menghadapi tekanan besar mengikuti jejak S&P500.
  • Volatilitas global meningkat karena ekspektasi kenaikan suku bunga baru oleh bank sentral Barat.
  • Harga minyak telah pulih karena krisis pasokan baru di Amerika Serikat.

Pasar di ranah Asia telah berubah menjadi menghindari risiko karena investor mengalami kecemasan semata-mata menjelang keputusan suku bunga dari berbagai bank sentral. Indeks-indeks mengikuti jejak S&P500 dan kemungkinan akan tetap waspada karena siklus kenaikan suku bunga baru akan meningkatkan kekhawatiran resesi. Indeks Dolar AS (DXY) bertujuan untuk melampaui level tertinggi hari ini di sekitar 105,20 di tengah sentimen pasar yang optimis. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS telah menyerahkan kenaikannya dan telah bergeser ke lintasan negatif.

Pada saat berita ini ditulis, Nikkei225 Jepang turun 0,20%, ChinaA50 anjlok 1,23%, Hang Seng anjlok 1,93% sementara Nifty50 bertambah 0,07%.

Pekan ini, Federal Reserve (Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England (BoE), dan Swiss National Bank (SNB) akan mengumumkan kebijakan moneter terakhir mereka di tahun 2022. Semua bank sentral barat diperkirakan akan menaikkan suku bunga mereka, yang akan mempercepat risiko resesi dalam ekonomi global. Selain itu, panduan mereka tentang suku bunga akan sangat diperhatikan.

Sementara itu, ekuitas Tiongkok menghadapi tekanan besar karena optimisme yang diilhami oleh pembatasan COVID memudar. Tidak diragukan lagi, investor institusional menaikkan panduan mereka untuk proyeksi ekonomi tetapi dampak pembantaian baru-baru ini akan bertahan untuk sementara waktu.

Di sisi minyak, harga minyak telah pulih setelah turun mendekati support kritis $70,00. Harga minyak telah berhasil mempertahankan support kritis dan telah muncul kembali dengan kuat karena pipa utama yang memasok Amerika Serikat tetap ditutup sementara Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan memangkas produksi sebagai pembalasan atas pembatasan harga Barat pada ekspornya, lapor Reuters.

Kapan Rilis Data Inggris dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap GBP/USD?

Kalender ekonomi Inggris siap untuk menghibur para pedagang Cable selama dini hari Senin, pada pukul 07:00 GMT dengan rilis bulanan angka Produk Domes
了解更多 Previous

Pemesanan Alat Mesin (Thn/Thn) Jepang November Turun Ke -7.8% Dari Sebelumnya -5.4%

Pemesanan Alat Mesin (Thn/Thn) Jepang November Turun Ke -7.8% Dari Sebelumnya -5.4%
了解更多 Next