WTI Sentuh Kembali Terendah Tahunan karena Masalah Korona Ditambah Kekhawatiran Pasokan yang Lebih Tinggi

  • WTI bertahan di tempat yang lebih rendah hampir di terendah tahunan, datar akhir-akhir ini.
  • Tiongkok memperbarui rekor tertinggi harian penularan Covid, pemrotes menuntut pelonggaran pembatasan yang disebabkan virus.
  • Irak mengusik untuk lebih banyaknya produksi menjelang pertemuan OPEC+, EU-G7 membahas batas harga minyak pada ekspor energi Rusia.

Minyak mentah WTI turun ke level terendah baru tahun 2022 karena para penjual menyentuh $73,90 di tengah gelombang penghindaran risiko yang luas, serta kekhawatiran meningkatnya pasokan dan berkurangnya permintaan, selama Senin pagi. Dengan demikian, emas hitam ini juga menggambarkan kekhawatiran pasar untuk menyaksikan batas harga minyak Rusia.

Tiongkok melaporkan kasus Covid harian tertinggi sepanjang masa lainnya pada hari Senin karena mencatat level 40.347 sehingga melihat kondisi suram di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. "Penularan meningkat ketika ratusan demonstran dan polisi bentrok di Shanghai pada hari Minggu malam karena protes atas pembatasan COVID yang ketat di Tiongkok menyebar ke beberapa kota," kata Reuters mengikuti data itu.

Di tempat lain, kantor berita negara Irak mengutip Saadoun Mohsen, seorang pejabat senior di pemasar minyak negara (SOMO) negara itu, yang mengatakan pada hari Sabtu bahwa negara itu berencana untuk menambah total 1 juta hingga 1,5 juta barel per hari pada tahun 2025, menurut Bloomberg. "Kapasitas ekspor dari pelabuhan selatan akan meningkat antara 150.000-250.000 barel per hari mulai tahun depan," sebut berita itu.

Selain itu, yang membebani harga komoditas adalah pembicaraan di antara anggota Kelompok Tujuh Negara (G7) dan Uni Eropa (UE) yang terus menyeret pada batas harga minyak Rusia. Sesuai pembaruan terbaru, $65 per barel adalah titik yang mencuat karena diskusi kemungkinan akan dilanjutkan pada hari Senin.

Di tengah permainan ini, saham berjangka AS turun hampir 0,70% sementara imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS turun 3,7 basis poin (bp) ke 3,66% pada saat berita ini ditulis.

Singkatnya, emas hitam ini dapat menyaksikan penurunan lebih lanjut karena kekhawatiran akan menipisnya permintaan bergabung dengan harapan pasokan yang lebih tinggi. Namun, pembicaraan seputar batas harga minyak Rusia akan sangat penting untuk arah jangka pendek, selain berita utama terkait Covid.

Analisis Teknis

Konfirmasi double-top membuat para penjual WTI tetap optimis untuk menyaksikan wilayah di bawah level $70,00 pada grafik.

 

AUD/JPY Anjlok di Bawah 92,50 karena Protes Anti Karantina Covid di Tiongkok Meningkat

Pasangan AUD/JPY telah menyaksikan aksi jual yang intens oleh para pelaku pasar karena protes rumah tangga di Tiongkok terhadap pembatasan COVID-19 ya
Baca lagi Previous

Analisis Harga USD/CNH: Pembeli Mundur dari Rintangan Berusia Dua Bulan

Para pembeli USD/CNH mengambil nafas di sekitar 7,2100, setelah menyentuh kembali level tertinggi dua minggu di sekitar level 7,2600, selama awal hari
Baca lagi Next