USD/JPY Bertujuan untuk Uji 140,00 karena Profil Risk-Off Pulih, Pidato Powell The Fed Diawasi

  • USD/JPY bergerak menuju 140,00 karena kekhawatiran yang terinspirasi karantina anti-Covid di Tiongkok telah memicu sentimen negatif.
  • Masyarakat Tiongkok menuntut demokrasi melawan kediktatoran dalam protes mereka.
  • Pidato Powell The Fed akan memberikan kejelasan lebih lanjut terhadap sejumlah perbincangan mengenai tindakan suku bunga pada pertemuan Desember.
  • Data ketenagakerjaan dan Perdagangan Ritel Jepang akan tetap menjadi fokus.

Pasangan USD/JPY telah bertemu dengan minat beli yang layak setelah menguji support 139,00 di awal sesi Tokyo. Aset ini bertujuan untuk melanjutkan pemulihannya menuju resistance level angka bulat 140,00 karena profil risk-off telah beraksi yang disebabkan oleh meningkatnya risiko sipil di Tiongkok.

Masyarakat meneriakkan slogan-slogan 'XI Jinping Turun' karena pembatasan COVID-19 yang ketat oleh otoritas Tiongkok untuk menahan penyebaran telah membuat masyarakat umum frustrasi. Kasus COVID-19 di Tiongkok mencatat angka tertinggi secara masif sekitar 40.000 pada tanggal 26 November, oleh karena itu, pemerintah terikat untuk tetap menerapkan kebijakan nol-Covid.

Protes anti-Covid yang meningkat telah memicu risiko perlambatan ekonomi dan risiko lebih lanjut terhadap permintaan real estat yang sudah berisiko. Selain itu, tuntutan demokrasi, dan bukannya kediktatoran oleh masyarakat Tiongkok dalam keadaan marah dan frustrasi karena pembatasan COVID-19 telah mendukung tema penghindaran risiko.

Indeks Dolar AS (DXY) telah melanjutkan pemulihannya mendekati 106,32 dan kemungkinan akan tetap solid. Kontrak berjangka S&500 telah menunjukkan beberapa aksi jual di Tokyo, yang menggambarkan dorongan risk-off yang sedang beraksi. Sementara itu, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS bertahan di 3,70% menjelang pidato dari ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Pidato dari Ketua The Fed akan memberikan kejelasan lebih lanjut terkait sejumlah perbincangan mengenai kesimpulan dari struktur kenaikan suku bunga 75 basis poin (bp) oleh The Fed. Karena inflasi Amerika Serikat telah menunjukkan kelelahan yang signifikan dalam laporan bulan Oktober, para pengambil kebijakan The Fed telah menjamin sikap 'kurang-hawkish' dalam pertemuan kebijakan moneter bulan Desember oleh The Fed.

Di sisi Tokyo, para investor mengalihkan fokus mereka ke data ketenagakerjaan, yang akan dirilis pada hari Selasa. Tingkat Pengangguran diprakirakan akan turun ke 2,5% versus rilis sebelumnya sebesar 2,6%. Selain itu, rasio lapangan Pekerjaan/Pelamar diprakirakan akan menunjukkan peningkatan.

Selain itu, data Perdagangan Ritel juga akan tetap menjadi fokus. Data ekonomi tahunan terlihat lebih tinggi pada 5,0% sementara data bulanan dapat menunjukkan pertumbuhan negatif 0,3%.

 

Penjualan Ritel disesuaikan musiman (Bln/Bln) Australia Oktober Keluar Sebesar -0.2% Di Bawah Perkiraan 0.4%

Penjualan Ritel disesuaikan musiman (Bln/Bln) Australia Oktober Keluar Sebesar -0.2% Di Bawah Perkiraan 0.4%
مزید پڑھیں Previous

Penjualan Ritel Australia: Meleset dari Ekspektasi, AUD tetap Tertekan

Pengukur utama belanja konsumen Australia, Penjualan Ritel, telah keluar sebagai berikut: Penjualan Ritel Australia Oktober -0,2 persen MoM disesuaik
مزید پڑھیں Next