Berita Harga USD/INR: Rebound Ke Dekat 82,30 Karena Risiko Fed Hawkish Lepas Landas

  • USD/INR telah merasakan permintaan baru di sekitar 82,00 di tengah melonjaknya taruhan untuk kenaikan suku bunga 75 bp oleh Fed.
  • Inflasi ritel India dapat meningkat hingga lima bulan di 7,30%.
  • Ekonomi AS dapat menghadapi situasi resesi dalam enam hingga sembilan bulan mendatang.

Pasangan USD/INR telah naik mendekati 82,30 setelah mengambil tawaran beli dari sekitar 82,00. Aset ini telah menguat karena peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed)  75 basis poin (bp) telah meningkat secara dramatis. Sesuai alat CME FedWatch, peluang pengumuman kenaikan suku bunga 75 bp keempat berturut-turut berada di 82,8%.

Melonjaknya risiko kelanjutan laju pengetatan kebijakan saat ini oleh Fed telah memicu Indeks Dolar AS (DXY). DXY telah memperbarui level tertinggi dua pekan di 113,60. Selain itu, sentimen pasar semakin tertekan karena menurunnya proyeksi pertumbuhan global.

Selanjutnya, data inflasi ritel India akan tetap menjadi fokus. Jajak pendapat Reuters tentang inflasi India menyebutkan bahwa tekanan harga akan meningkat ke level tertinggi lima bulan di 7,30%. Tampaknya proyeksi tersebut jauh di atas toleransi Reserve Bank of India (RBI). Data inflasi India akan diikuti oleh Indeks Harga Konsumen (IHK) AS, yang akan dirilis pada hari Kamis.

Sesuai perkiraan, inflasi utama AS akan turun menjadi 8,1% dari rilis sebelumnya sebesar 8,3%. Sementara IHK inti yang mengecualikan harga minyak dan makanan dalam pengawasan diperkirakan akan membaik menjadi 6,5% vs angka sebelumnya sebesar 6,3%. Deviasi dalam duo inflasi ini bertanggung jawab atas lemahnya harga bensin.

Pada hari Selasa, Ketua dan CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan bahwa ekonomi AS dapat tergelincir ke dalam resesi dalam enam hingga sembilan bulan mendatang. Dia lebih lanjut menambahkan bahwa Zona Euro sudah dalam resesi dan mungkin akan membuat AS yang perkasa masuk ke dalam resesi juga. Dia telah mengutip melonjaknya inflasi dan suku bunga, serta situasi perang bertanggung jawab atas situasi resesi ke depan, seperti dilansir dari NewsBytes.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Selasa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi India menjadi 6,8% pada tahun 2022. Dampak resesi di Eropa dan mematahkan pertumbuhan ekonomi AS akan menunjukkan efek multipliernya.

 

Kapan Rilis Data Inggris dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap GBP/USD?

Kalender ekonomi Inggris siap untuk menghibur para pedagang Cable selama dini hari Rabu, pada pukul 06:00 GMT (13:00 WIB) dengan rilis bulanan angka P
อ่านเพิ่มเติม Previous

Breaking: GBP/USD Melonjak ke 1,1050 Karena Laporan BoE Memperpanjang Pembelian Obligasi

GBP/USD melonjak ke 1,1050 karena laporan BoE memperpanjang pembelian obligasi. Cerita masih berkembang...
อ่านเพิ่มเติม Next